{"id":931,"date":"2019-08-19T07:33:14","date_gmt":"2019-08-19T07:33:14","guid":{"rendered":"http:\/\/balaibahasasulteng.kemdikbud.go.id\/bahasa\/?p=931"},"modified":"2019-08-19T07:59:29","modified_gmt":"2019-08-19T07:59:29","slug":"chalid-muhammad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbpst.kemendikdasmen.go.id\/bahasa\/2019\/08\/19\/chalid-muhammad\/","title":{"rendered":"Chalid Muhammad"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"235\" height=\"300\" src=\"http:\/\/balaibahasasulteng.kemdikbud.go.id\/bahasa\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Chalid-Muhammad.jpg\" alt=\"Chalid Muhammad\" class=\"wp-image-932\"\/><figcaption>Chalid Muhammad<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p> (lahir di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Parigi\">Parigi<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sulawesi_Tengah\">Sulawesi Tengah<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/10_Desember\">10 Desember<\/a><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/1965\">1965<\/a>; umur 53 tahun<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-kom-1\">[1]<\/a><\/sup>) adalah aktivis lingkungan asal&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Indonesia\">Indonesia<\/a>.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-kom-1\">[1]<\/a><\/sup>. Sejak 2008, ia menjadi koordinator&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Institut_Hijau_Indonesia&amp;action=edit&amp;redlink=1\">Institut Hijau Indonesia<\/a>. Sebelumnya, beberapa jabatan dalam bidang lingkungan ia duduki. Puncaknya, pada periode 2005-2008, Chalid menjadi Direktur Eksekutif&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Wahana_Lingkungan_Hidup_Indonesia\">Wahana Lingkungan Hidup Indonesia<\/a>&nbsp;(Walhi) <\/p>\n\n\n\n<p>Chalid mengawali \u201ckarier hijaunya\u201d sejak duduk di bangku kuliah. Sejak kuliah di Fakultas Hukum&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Universitas_Tadulako\">Universitas Tadulako<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Palu\">Palu<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sulawesi_Tengah\">Sulawesi Tengah<\/a>, ia aktif di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lembaga_swadaya_masyarakat\">lembaga swadaya masyarakat<\/a>&nbsp;(LSM) dan bergabung dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulteng pada 1989.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-ok-3\">[3]<\/a><\/sup>.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-tk-2\">[2]<\/a><\/sup>&nbsp;Chalid berkuliah dengan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Beasiswa\">beasiswa<\/a>&nbsp;dari pemerintah yang berikatan dinas selama dua tahun<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-tk-2\">[2]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah memimpin Walhi Sulteng selama tiga tahun, pria yang mengaku tidak suka menjadi pegawai negeri ini, harus menghabiskan masa ikatan dinasnya menjadi pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Banjarmasin\">Banjarmasin<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kalimantan_Selatan\">Kalimantan Selatan<\/a>&nbsp;(Kalsel).<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-ok-3\">[3]<\/a><\/sup>.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-tk-2\">[2]<\/a><\/sup>&nbsp;Ini adalah konsekuensi dari beasiswa yang pernah ia terima. Selama di Banjarmasin, selain mengajar, ia giat di berbagai kegiatan LSM dan ikut menggerakkan Walhi Kalsel.<\/p>\n\n\n\n<p>Nama Chalid Muhammad mulai dikenal di kancah nasional ketika menjadi Koordinator Nasional&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Jaringan_Advokasi_Tambang&amp;action=edit&amp;redlink=1\">Jaringan Advokasi Tambang<\/a>&nbsp;(Jatam) pada 1995. Di bawah koordinasinya, Jatam dikenal sangat tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang merusak atau mencemari [[lingkungan.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-ci-4\">[4]<\/a><\/sup>&nbsp;Sementara, sejak 1994, ia telah bergabung dengan Walhi pusat hingga Kemudian ia menjadi Direktur Eksekutif&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Wahana_Lingkungan_Hidup_Indonesia\">Wahana Lingkungan Hidup Indonesia<\/a>&nbsp;(Walhi) pada 2005-2008, menggantikan Longgena Ginting.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-tk-2\">[2]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Walhi memang keras mengkritik&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kebijakan\">kebijakan<\/a>&nbsp;pemerintah yang tidak prolingkungan atau bertentangan dengan pembangunan berkelanjutan. Organisasi nirlaba itu menghimpun 430 lembaga yang tersebar di 26 provinsi.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-tk-2\">[2]<\/a><\/sup>&nbsp;Lembaga ini bersidang setiap tiga tahun sekali untuk mengevaluasi dan memilih direktur eksekutif Walhi yang hanya bisa dipilih dua kali.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-tk-2\">[2]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p>Chalid menganggap bahwa&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rumah\">rumah<\/a>&nbsp;paling aman bagi pelanggar maupun penjahat lingkungan adalah&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pengadilan\">pengadilan<\/a><sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-kom-1\">[1]<\/a><\/sup>. Beberapa kali Walhi menggugat kejahatan lingkungan yang dilakuakan oleh perusahaan-perusahaan yang dianggap merusak lingkungan, seperti&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/PT_Freeport_Indonesia\">PT Freeport Indonesia<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=PT_Newmont_Minahasa_Raya&amp;action=edit&amp;redlink=1\">PT Newmont Minahasa Raya<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=PT_Lapindo_Brantas&amp;action=edit&amp;redlink=1\">PT Lapindo Brantas<\/a><sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-kom-1\">[1]<\/a><\/sup>. Tetapi lembaga tersebut tidak berdaya dan kalah di pengadilan<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-kom-1\">[1]<\/a><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski demikian, Chalid tetap meyakini bahwa cara yang jauh lebih&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Efektif&amp;action=edit&amp;redlink=1\">efektif<\/a>&nbsp;bagi perjuangan lingkungan hidup adalah membangun daya kritis&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Masyarakat\">masyarakat<\/a><sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-kom-1\">[1]<\/a><\/sup><sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-ci-4\">[4]<\/a><\/sup>. Apabila upaya membangun kesadaran kritis masyarakat terus meningkat, banyak hal yang dapat berubah di negeri ini, termasuk perbaikan total atas sistem peradilan dan koreksi terhadap&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Paradigma_pembangunan&amp;action=edit&amp;redlink=1\">paradigma pembangunan<\/a>&nbsp;yang telah terbukti gagal menyejahterakan rakyat itu<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-ci-4\">[4]<\/a><\/sup>. Bila rakyat makin&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kritis\">kritis<\/a>, mereka bisa memberikan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Sanksi_politik&amp;action=edit&amp;redlink=1\">sanksi politik<\/a>&nbsp;terhadap&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Partai\">partai<\/a>&nbsp;atau penguasa yang secara langsung atau tidak memberikan perlindungan terhadap perusak lingkungan hidup<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-ci-4\">[4]<\/a><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, menurut Chalid satu hal yang membuat upaya perbaikan lingkungan selama ini tidak efektif adalah&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kolusi\">kolusi<\/a>&nbsp;antara kekuasaan dan modal yang saat ini begitu solid<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-kom-1\">[1]<\/a><\/sup>. Hal ini telah membuat negara jadi tidak berdaya pada kuasa modal. Dalam posisi ini, negara tidak akan mungkin mengambil&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Inisiatif\">inisiatif<\/a>&nbsp;melakukan perubahan secara&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Fundamental\">fundamental<\/a><sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chalid_Muhammad#cite_note-kom-1\">[1]<\/a><\/sup>. Baginya, negara harus dipaksa melakukan perubahan itu melalui tekanan rakyat yang signifikan. Namun,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Realitas\">realitas<\/a>&nbsp;hari ini menunjukkan, belum terbangun&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Kesadaran_kolektif&amp;action=edit&amp;redlink=1\">kesadaran kolektif<\/a>&nbsp;dan masif untuk menjadikan isu lingkungan hidup sebagai isu utama&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Bangsa\">bangsa<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber :  <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/\">https:\/\/id.wikipedia.org\/<\/a> <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(lahir di&nbsp;Parigi,&nbsp;Sulawesi Tengah,&nbsp;10 Desember1965; umur 53 tahun[1]) adalah aktivis lingkungan asal&nbsp;Indonesia.[1]. Sejak 2008, ia menjadi koordinator&nbsp;Institut Hijau Indonesia. Sebelumnya, beberapa jabatan dalam bidang lingkungan ia duduki. Puncaknya, pada periode 2005-2008, Chalid menjadi Direktur Eksekutif&nbsp;Wahana Lingkungan Hidup Indonesia&nbsp;(Walhi) Chalid mengawali \u201ckarier&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[47],"tags":[57,49],"class_list":["post-931","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tokoh","tag-chalid-muhammad","tag-tokoh-sulawesi-tengah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbpst.kemendikdasmen.go.id\/bahasa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/931","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbpst.kemendikdasmen.go.id\/bahasa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbpst.kemendikdasmen.go.id\/bahasa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbpst.kemendikdasmen.go.id\/bahasa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbpst.kemendikdasmen.go.id\/bahasa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=931"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bbpst.kemendikdasmen.go.id\/bahasa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/931\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":940,"href":"https:\/\/bbpst.kemendikdasmen.go.id\/bahasa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/931\/revisions\/940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbpst.kemendikdasmen.go.id\/bahasa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=931"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbpst.kemendikdasmen.go.id\/bahasa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=931"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbpst.kemendikdasmen.go.id\/bahasa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=931"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}